Sejak beberapa saat lalu bahkan sampai menjelang tahun baru 2008, cuaca Indonesia kian tak menentu, kadang panas sekali kadang hujan disertai angin kencang dan petir dimana – mana. Kata orang jawa “Jagade Peteng”, barangkali itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi alam indonesia saat ini.
Sesuai berita dimedia elektronik, internet dan cetak, kondisi ini juga banyak terjadi hampir diseluruh dunia. Rumah air yang di hutan dan didesa desa telah dirusak hingga air kini mencari penginapan baru ke kota (banjir bandang dimana – mana), angin puyuh dan angin topan beraksi, air laut meluap kedaratan, gempa, tanah longsor yang mengakibatkan banyak anak kehilangan bapak dan ibunya, seorang kekasih menagis sedih karena balahan hidupnya kini telah tiada, rumah mewah tinggal kenangan dan seorang kakek datang ke pendopo kota sambil berteriak lirih” pak kami lapar”.
Begitulah kira- kira hadiah taun baru 2008 kali ini, begitu memilukan. Ya Tuhan, apakah ini sekedar ujian atau murkamu telah datang, atau dunia ini akan segera berakhir?, mari bertaubat! bencana datang silih berganti hingga sebagian diantara kami tak sempat menanam padi lagi.
Meski demikian mari kita merenung sejenak dan berdoa untuk tahun 2008 mendatang semoga kejadian disepanjang tahun silam mampu mengetuk hati kita semua. Saya sangat yakin tahun 2008 yang kurang 3 jam lagi, bisa lebih membawa keberuntungan bagi kita semua, karena sore ini tadi saya melihat pelangi yang sangat indah disebelah timur.
Selamat Tahun Baru 2008 dari syaifudinzuhri [dot] com.
Artikel internet yang menyambut 2008: